Minggu, 07 Oktober 2012

Yuk... Ramah Pada Kakek dan Nenek Kita


Populasi lanjut usia di dunia mengalami lonjakan. Begitu pula di Indonesia, jumlah penduduk lansia meningkat. Data dari BSN tahun 2010 menunjukkan bahwa populasi lansia ada 16.5 juta jiwa atau 7.8 % dari jumlah penduduk. Dan pada 2020 diperkirakan akan mnjadi 28.8 juta atau 11.3 % dari tottal populasi. Luar biasa...
Dan yang sangat disayangkan adalah lonjakan ini belum diikuti dengan peningkatan pelayanan kesehatan yang memadai, dan sarana prasarana yang ramah lansia.
Di negara maju lansia masih dipekerjakan untuk jenis pekerjaan yang ringan dan tidak beresiko tinggi. Berbeda dengan Indonesia yang sebagian lansia cenderung stress bahkan depresi karena tidak mempunyai aktifitas dan tidak produktif lagi, hampir sebagian lansia tidak siap menghadapi masa pensiun. Pemberdayaan lansia perlu dilakukan karena sekitar enam puluh persen lansia masih berpotensi. Mungkin di beberapa tempat kita dapat menemui lansia yang  masih aktif dan mandiri, misalnya masih bekerja di ladang atau berjualan di pasar. Dan sebagian yang lain sakit dan tidak mampu melakukan apa-apa. Selain itu pemberian keterampilan pada calon pensiunan dan persiapan diri sebelum pensiun akan bisa mengurangi stres.
Bagaimana dengan fasilitas yang ramah untuk lansia? Misalnya di angkutan umum atau di fasilitas umum lainnya? Sebenarnya lingkungan yang ramah lansia yang mendorong kesehatan dan partisipasi aktif lansia bisa diciptakan misalnya :
1.       Mengusahakan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman bagi lansia di sekitar tempat tinggal.
2.       Angkutan umum yang aman dan nyaman serta fasilitas umum yang aman digunakan oleh lansia dan memudahkan sehingga mampu digunakan secara mandiri.
3.       Melatih caregiver atau anggota keluarga untuk membantu kegiatan lansia dan memahami lansia.
4.       Fasilitas di dalam rumah yang aman dan nyaman bagi lansia, misal lantai jangan dibuat licin, ada pegangan di dinding dan toilet.

Selain masalah kesehatan dan sarana prasarana yang ramah bagi lansia penting juga untuk memantau gizi lansia. Penurunan fungsi organ tubuh daan turunnya aktifitas biologis lansia kadang menjadi masalah dalam pemenuhan gizi yang seimbang. Misalnya kesulitan memakan daging karena gigi berkurang, kurang nafsu makan karena indera pengecap mengalami penurunan fungsi dsb. Untuk menjaga keseimbangan gizi lansia penyusunan menu makan perlu dilakukan dengan baik, yaitu :
1.       Menu mengandung zat gizi yang cukup dari berbagai jenis makanan
2.       Makanan sebaiknya mengandung banyak serat, sayuran atau buah-buahan
3.       Makanan sebaiknya yang mengandung zat besi seperti kacang-kacangan, hati, bayam atau sayuran hijau
4.       Pembatasan penggunaan garam
5.       Makanan yang diberikan sebaikny amudah dikunyah
6.       Porsi makan yang cukup dan tidak berlebih
7.       Pengolahan makanan sebaiknya dengan dikukus atau direbus, hindari dengan di goreng

Problematika lansia dan kiat menanganinya
Masalah yang mendasar dan paling sering terjadi pada lansia adaah masalah kesehatan.
Sehat adalah keadaan sejahtera baik secara fisik,mental, sosial maupun spiritual yang memungkinkan seseorang untuk produktif baik secara sosial maupun ekonomi.
Secara alami proses penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan fungsi pada lansia, mulai dari kemunduran fisiknya yang tidak mampu lagi bekerja seperti saat muda, mudah lupa dll.
·         Demensi atau pikun
Demensia atau sering disebut pikun adalah penurunan kemampuan mental yang terjadi pada lansia, biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian dan bisa terjadi kemunduran kepribadian.

Gejala dari demensia:
  •        Biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah, sehingga keadaan ini mulanya tidak disadari
  •    Terjadi penurunan ingatan, kemampuan mengingat waktu, kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda
  •        Sering lupa akan kejadian yang dialami
  •         Pertanyaan atau kata-kata yang sering diulang
Tips menghindari/mencegah demensia
  •          Menjaga pikiran tetap aktif
  •         Tetap beraktivitas fisik dan sosial
  •          Mempertahankan pola makan yang sehat
  •         Tetap melakukan hobi dan kegiatan yang bermanfaat
  •         Bermain atau melakukan games yang melibatkan otak misalnya puzle atau mengisi teka teki

·         Kencing Manis
Kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme gula. Ditandai dengan gejala awal sering minum, sering kencing, sering makan dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lanjutan adalah cepat lelah, kesemutan, pandangan mulai kabur, gangguan ginjal bahkan jantung. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dalam tubuh meningkat.

Mencegah kencing manis :
  •           Mengurangi makanan yang manis
  •          Diet sesuai dengan kebutuhan
  •          Banyak melakukan aktivitas dan olahraga teratur
  •           Rutin melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter

·         Anemia
Anemia atau seeing disebut kurng darah adalah keadaan dimana Hemoglobin (Hb) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari batas normal (pria dewasa : 13 g/dl, wanita dewasa : 12 g/dl)

Gejala yang timbul
  •          Cepat lelah, lesu otot lemah
  •          Pucat, berdebar-debar sesak nafas waktu kerja dan payah jantung
  •           Sakit kepala, pusing, kesemutan
  •          Mudah mengantuk
  •          Daya konsentrasi menurun
  •          Rasa mau pingsan
Cara mencegah
-          Pemberian tablet zat besi, vitamin B12
-          Menkonsumsi makanan bergizi dan banyak mengandung zat besi

·         Jantung koroner
Jantung koroner disebabkan oleh peyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke jantung sehingga fungsi jantung terganggu.

Penyebab jantung koroner karena ada penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner. Hal tersebut disebabkan oleh penumpukan kolesterol. Jantung koroner erat hubungannya dengan tekanan darah tinggi, tingginya kolesterol, tingginya kadar gula darah, kegemukan dan stres.
Gejalanya : nyeri dada di sebelah kiri, sesak dan muncul keringat dingin

Cara mencegah jantung koroner
  •          Menghindari makanan yang berlemak tinggi
  •          Makan makanan yang mengandung serat
  •          Beraktivitas dan berolahraga secara teratur
  •          Periksa secara rutin

·         Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah naiknya tekanan pada pembuluh darah arteri. Penyakit dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg

Gejala hipertensi
  • Ada dua gejala yang perlu diperhatikan untuk mengenali darah tinggi yaitu ringan: sering tanpa gejala dan berat     : sakit kepala, pusing atau sakit kepala yang berdenyut.Komplikasi yang dapat ditimbulkan adalah gangguan penglihatan, gangguan jantung, gangguan ginjal dan gangguan pembuluh darah ke otak.

    Cara mencegah
  •         Kurang garam dalam makanan
  •         Mengurangi stres
  •         Memeriksakan diri secara teratur
  •         Mengkonsumsi obat sesuai petunjuk dokter

·         Menopause dan Andropause
Menopause adalah tanda menurunnya fungsi reproduksi pada wanita, biasanya terjadi sekitar usia 45 tahun. Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi dan berhentinya fungsi reproduksi. Dikatakan menopause setelah tidak mengalami menstruasi minimal selama 12 bulan.

Andropuse adalah keluhan yang timbul akibat penurunan fungsi hormon androgen pada laki-laki pada umur yang bervariasi dan merupakan proses alamiah. Umumnya dimulai saat usia 60 tahun.

Gejala dari menopause
  •          Masalah psikologis berupa lesu, sakit kepala, pusing, sulit tidur, perasaan suram, cepat tersinggung, sukar memusatkan pikiran, cemas, dan depresi
  •          Semburan atau rasa panas (hot flush) dan banyak keringat
  •          Nyeri tulang
  •          Jantung berdebar
  •          Selera makan tidak menentu
  •          Perubahan pola haid
  •          Mengeringnya vagina
  •         Sering mengeluh gangguan pencernaan
  •          Osteoporosis yang merupakan komplikasi dari menopause
Gejala andropause
  •          Penurunan keinginan seksual (libido)
  •          Kekurangan energi atau tenaga
  •          Penurunan kekuatan dan ketahanan otot
  •          Berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup
  •          Sedih atau sering marah tanpa sebab yang jelas
  •          Berkurangnya kemampuan ereksi
  •          Tertidur setelah makan malam
  •          Penurunan kemampuan bekerja
Jika mengalami keluhan tersebut atau berbagai kombinasi dari empat atau lebih keluhan maka digolongkan ke dalam andropause

Cara menghadapi menopause dan andropause
  •       Masalah psikologis yang timbul biasanya tidak memerlukan pengobatan karena gejala tersebut sewaktu-waktu bisa hilang. Hanya penanganan dan pengelolaan yang baik
  •        Pengaturan diet
  •        Pemberian vitamin D
  •         Memeriksakan diri ke dokter

0 komentar:

Posting Komentar