Senin, 01 Oktober 2012

Pentingnya Pemenuhan Gizi Bayi Sejak Dini

Setiap orang mendambakan anaknya dapat tumbuh cerdas dan tetap sehat hingga kelak dewasa. Untuk mewujudkan hal itu, orangtua perlu mempersiapkan kesehatan anak dengan cara pemenuhan gizi sejak dini, bahkan sebelum terjadinya kehamilan.
“Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupannya, yaitu dimulai sejak terjadinya kehamilan sampai bayi berusia 2 tahun,” kata Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, pakar gizi medis dari Perhimpunan Nutrisi Indonesia dalam acara jumpa pers simposium “The Importance of Early Life Nutrition to Support Long Term Health” di hotel Hyatt Yogyakarta, seperti ditulis Senin (1/10/2012).

Selain itu, kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan selama kehamilan juga turut menentukan kesehatan anak di masa depan. Ibu hamil yang kekurangan gizi akan menyebabkan berat lahir bayi rendah.

Berat lahir bayi rendah tersebut disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan berkalori, makanan yang tinggi protein, dan defisiensi zat gizi mikro, seperti zinc, zat besi, asam folat, serta vitamin C dan A.

Akibatnya jangka pendek terhadap kurangnya nutrisi tersebut, bayi akan mengalami gangguan perkembangan otak dan kemampuan kognitifnya rendah. Sedangkan dampak jangka panjangnya, risiko terhadap penyakit tidak menular ketika dewasa akan meningkat, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan berbagai gangguan metabolik tubuh lainnya.

Sebelumnya telah dikenal pola makanan sehat yang memenuhi ketentuan 4 sehat 5 sempurna, tetapi ketika mempersiapkan kehamilan, seorang calon ibu juga harus memenuhi ketentuan 3J, yaitu keseimbangan dalam jenis, jumlah dan jadwal makanan.

Masalah pemenuhan gizi pada tahap pertama kehidupan bayi juga telah menjadi perhatian pemerintah guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat disegala usia. Data WHO tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah wanita hamil yang kekurangan gizi di Indonesia mencapai skala 10 persen, sedangkan berat lahir bayi rendah pada skala 11,5 persen.

“Pemerintah baru-baru ini meluncurkan program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan atau yang dikenal dengan Scalling Up Nutrition untuk mengurangi persentase tersebut dan mengurangi angka kematian orang dewasa akibat penyakit tidak menular,” kata Swissanto Soerojo, Medical Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera dalam acara tersebut.

Acara ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Nutrisi Indonesia yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM dan PT Nutricia Sejahtera Indonesia dan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari dokter gizi klinis, pakar gizi medis, ahli gizi, bidan, dan perawat dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan program pemenuhan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan anak.

0 komentar:

Posting Komentar