Populasi lanjut
usia di dunia mengalami lonjakan. Begitu pula di Indonesia, jumlah penduduk
lansia meningkat. Data dari BSN tahun 2010 menunjukkan bahwa populasi lansia
ada 16.5 juta jiwa atau 7.8 % dari jumlah penduduk. Dan pada 2020 diperkirakan akan
mnjadi 28.8 juta atau 11.3 % dari tottal populasi. Luar biasa...
Dan yang sangat
disayangkan adalah lonjakan ini belum diikuti dengan peningkatan pelayanan
kesehatan yang memadai, dan sarana prasarana yang ramah lansia.
Di negara maju
lansia masih dipekerjakan untuk jenis pekerjaan yang ringan dan tidak beresiko
tinggi. Berbeda dengan Indonesia yang sebagian lansia cenderung stress bahkan
depresi karena tidak mempunyai aktifitas dan tidak produktif lagi, hampir
sebagian lansia tidak siap menghadapi masa pensiun. Pemberdayaan lansia perlu
dilakukan karena sekitar enam puluh persen lansia masih berpotensi. Mungkin di
beberapa tempat kita dapat menemui lansia yang
masih aktif dan mandiri, misalnya masih bekerja di ladang atau berjualan
di pasar. Dan sebagian yang lain sakit dan tidak mampu melakukan apa-apa.
Selain itu pemberian keterampilan pada calon pensiunan dan persiapan diri
sebelum pensiun akan bisa mengurangi stres.
Bagaimana dengan
fasilitas yang ramah untuk lansia? Misalnya di angkutan umum atau di fasilitas
umum lainnya? Sebenarnya lingkungan yang ramah lansia yang mendorong kesehatan
dan partisipasi aktif lansia bisa diciptakan misalnya :
1. Mengusahakan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman bagi lansia di
sekitar tempat tinggal.
2. Angkutan umum yang aman dan nyaman serta fasilitas umum yang aman
digunakan oleh lansia dan memudahkan sehingga mampu digunakan secara mandiri.
3. Melatih caregiver atau
anggota keluarga untuk membantu kegiatan lansia dan memahami lansia.
4. Fasilitas di dalam rumah yang aman dan nyaman bagi lansia, misal lantai
jangan dibuat licin, ada pegangan di dinding dan toilet.
Selain masalah
kesehatan dan sarana prasarana yang ramah bagi lansia penting juga untuk
memantau gizi lansia. Penurunan fungsi organ tubuh daan turunnya aktifitas
biologis lansia kadang menjadi masalah dalam pemenuhan gizi yang seimbang.
Misalnya kesulitan memakan daging karena gigi berkurang, kurang nafsu makan
karena indera pengecap mengalami penurunan fungsi dsb. Untuk menjaga
keseimbangan gizi lansia penyusunan menu makan perlu dilakukan dengan baik,
yaitu :
1. Menu mengandung zat gizi yang cukup dari berbagai jenis makanan
2. Makanan sebaiknya mengandung banyak serat, sayuran atau buah-buahan
3. Makanan sebaiknya yang mengandung zat besi seperti kacang-kacangan,
hati, bayam atau sayuran hijau
4. Pembatasan penggunaan garam
5. Makanan yang diberikan sebaikny amudah dikunyah
6. Porsi makan yang cukup dan tidak berlebih
7. Pengolahan makanan sebaiknya dengan dikukus atau direbus, hindari
dengan di goreng
Problematika lansia dan kiat menanganinya
Masalah yang
mendasar dan paling sering terjadi pada lansia adaah masalah kesehatan.
Sehat adalah
keadaan sejahtera baik secara fisik,mental, sosial maupun spiritual yang
memungkinkan seseorang untuk produktif baik secara sosial maupun ekonomi.
Secara alami proses
penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan fungsi pada lansia, mulai dari
kemunduran fisiknya yang tidak mampu lagi bekerja seperti saat muda, mudah lupa
dll.
·
Demensi atau pikun
Demensia
atau sering disebut pikun adalah penurunan kemampuan mental yang terjadi pada
lansia, biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan,
penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian dan bisa terjadi kemunduran
kepribadian.
Gejala
dari demensia:
- Biasanya dimulai secara perlahan
dan makin lama makin parah, sehingga keadaan ini mulanya tidak disadari
- Terjadi penurunan ingatan, kemampuan
mengingat waktu, kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda
-
Sering lupa akan kejadian yang
dialami
-
Pertanyaan atau kata-kata yang
sering diulang
Tips
menghindari/mencegah demensia
-
Menjaga pikiran tetap aktif
-
Tetap beraktivitas fisik dan
sosial
-
Mempertahankan pola makan yang
sehat
-
Tetap melakukan hobi dan kegiatan
yang bermanfaat
-
Bermain atau melakukan games yang
melibatkan otak misalnya puzle atau mengisi teka teki
·
Kencing Manis
Kencing
manis atau Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme gula.
Ditandai dengan gejala awal sering minum, sering kencing, sering makan dan
penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lanjutan adalah cepat
lelah, kesemutan, pandangan mulai kabur, gangguan ginjal bahkan jantung.
Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dalam tubuh meningkat.
Mencegah
kencing manis :
-
Mengurangi makanan yang manis
-
Diet sesuai dengan kebutuhan
-
Banyak melakukan aktivitas dan
olahraga teratur
-
Rutin melakukan pemeriksaan dan
konsultasi dengan dokter
·
Anemia
Anemia
atau seeing disebut kurng darah adalah keadaan dimana Hemoglobin (Hb) dan
jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari batas normal (pria dewasa
: 13 g/dl, wanita dewasa : 12 g/dl)
Gejala
yang timbul
-
Cepat lelah, lesu otot lemah
-
Pucat, berdebar-debar sesak nafas
waktu kerja dan payah jantung
-
Sakit kepala, pusing, kesemutan
Cara
mencegah
-
Pemberian tablet zat besi, vitamin
B12
-
Menkonsumsi makanan bergizi dan
banyak mengandung zat besi
·
Jantung koroner
Jantung
koroner disebabkan oleh peyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke jantung
sehingga fungsi jantung terganggu.
Penyebab
jantung koroner karena ada penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner.
Hal tersebut disebabkan oleh penumpukan kolesterol. Jantung koroner erat
hubungannya dengan tekanan darah tinggi, tingginya kolesterol, tingginya kadar
gula darah, kegemukan dan stres.
Gejalanya
: nyeri dada di sebelah kiri, sesak dan muncul keringat dingin
Cara
mencegah jantung koroner
-
Menghindari makanan yang berlemak
tinggi
-
Makan makanan yang mengandung
serat
-
Beraktivitas dan berolahraga
secara teratur
·
Tekanan Darah Tinggi
Tekanan
darah tinggi atau hipertensi adalah naiknya tekanan pada pembuluh darah arteri.
Penyakit dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik
lebih dari 90 mmHg
Gejala
hipertensi
- Ada
dua gejala yang perlu diperhatikan untuk mengenali darah tinggi yaitu ringan: sering tanpa gejala dan berat : sakit kepala, pusing atau sakit kepala
yang berdenyut.Komplikasi
yang dapat ditimbulkan adalah gangguan penglihatan, gangguan jantung, gangguan
ginjal dan gangguan pembuluh darah ke otak.
Cara
mencegah
- Kurang garam dalam makanan
-
Memeriksakan diri secara teratur
- Mengkonsumsi obat sesuai petunjuk
dokter
·
Menopause dan Andropause
Menopause
adalah tanda menurunnya fungsi reproduksi pada wanita, biasanya terjadi sekitar
usia 45 tahun. Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi dan berhentinya
fungsi reproduksi. Dikatakan menopause setelah tidak mengalami menstruasi
minimal selama 12 bulan.
Andropuse
adalah keluhan yang timbul akibat penurunan fungsi hormon androgen pada
laki-laki pada umur yang bervariasi dan merupakan proses alamiah. Umumnya
dimulai saat usia 60 tahun.
Gejala
dari menopause
-
Masalah psikologis berupa lesu,
sakit kepala, pusing, sulit tidur, perasaan suram, cepat tersinggung, sukar
memusatkan pikiran, cemas, dan depresi
-
Semburan atau rasa panas (hot
flush) dan banyak keringat
-
Selera makan tidak menentu
-
Sering mengeluh gangguan
pencernaan
-
Osteoporosis yang merupakan
komplikasi dari menopause
Gejala
andropause
-
Penurunan keinginan seksual
(libido)
-
Kekurangan energi atau tenaga
-
Penurunan kekuatan dan ketahanan
otot
-
Berkurangnya kenyamanan dan
kesenangan hidup
-
Sedih atau sering marah tanpa
sebab yang jelas
-
Berkurangnya kemampuan ereksi
-
Tertidur setelah makan malam
-
Penurunan kemampuan bekerja
Jika
mengalami keluhan tersebut atau berbagai kombinasi dari empat atau lebih
keluhan maka digolongkan ke dalam andropause
Cara
menghadapi menopause dan andropause
- Masalah psikologis yang timbul
biasanya tidak memerlukan pengobatan karena gejala tersebut sewaktu-waktu bisa
hilang. Hanya penanganan dan pengelolaan yang baik
- Memeriksakan diri ke dokter